Tugas Akhir Media Pembelajaran Matematika klik di sini
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
21.38 |
Masalah adalah sebuah kata yang sering terdengan oleh kita.Namun sesuatu
menjadi masalah tergantung bagaimana seseorang mendapatkan masalah tersebut
sesuai kemampuannya. Terkadang dalam pendidikan matematika SD ada masalah bagi
kelas rendah namun bukan masalah bagi kelas tinggi.Masalah merupakan suatu
konflik,hambatan bagi siswa dalam menyelesaikan tugas belajaraannya di
kelas.Namun masalah harus diselesaikan agar proses berpikir siswa terus
berkembang.Semakin banyak siswa dapat menyelesaikan setiap permasalahan matematika,maka
siswa akan kaya akan variasi dalam menyelesaikan soal-soal matematika dalam
bentuk apapun Bentuk soal matematika dalam SD berbentuk rutin atau pun tidak
rutin.Contoh 3×3=9 merupakan soal rutin bagi siswa SD kelas 2 karena siswa
tidak berpikir tinggi dalam menyelesaikan soal tersebut.Jika kelas 2 diberikan
soal 33×33=….mungkin menjadi suatu masalah bagi siswa SD,inilah suatu bentuk
soal yang tidak rutin.Sehingga kita bisa memberikan pemisahan bahwa soal yang
tidak rutin merupakan masalah bagi siswa. Jenis masalah dalam pembelajaran SD
ada 4 yaitu: 1) Masalah Translasi adalah masalah yang berhubungan aktivitas
sehari-hari siswa.contoh: Ade membeli permen Sugus 12 buah.Bagaimana cara Ade
membagikan kepada 24 orang temannya agar semua kebagian dengan adil? 2) Masalah
Aplikasi adalah masalah yang menerapkan suatu konsep,rumus matematika dalam
sebuah soal-soal matematika.Contoh suatu kolam berbentuk persegipanjang yang
berukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter.Berapa luas kolam tersebut? 3) Masalah
Proses/Pola adalah masalah yang memiliki pola, keteraturan dalam
penyelesainnya.Contoh: 2 4 6 8 … Berapa angka berikutnya? 4)Masalah Teka-teki
adalah masalah yang sifat menerka atau dapat berupa permainan namun tetap
mengacu pada konsep dalam matematika.contoh:Aku adalah anggota bilangan
Asli,aku adalah bilangan perkasa,jika kelipatannku dijumlahkan angka-angkanya
hasilnya adalah aku,siapakah aku?
Pemecahan masalah memerlukan strategi dalam menyelesaikannya.
Kebenaran,ketepatan,keuletan dan kecepatan adalah suatu hal yang diperlukan
dalam penyelesaian masalah. Keterampilan siswa dalam menyusun suatu strategi adalah suatu kemampuan
yang harus dilihat oleh guru.Jawaban benar bukan standar ukur mutlak,namun
proses yang lebih penting darimana siswa dapat mendapatkan jawaban
tersebut.Variasi strategi yang diharapkan muncul dalam pembelajaran siswa SD.
ALAT PERAGA MATEMATIKA
14.59 |
Pemahaman
konsep dalam matematika sangat ditekankan. Pembelajaran matematika tidak hanya
bertumpu pada model. Bantuan penyajian materi berupa benda konkret sangat
diperlukan. Benda konkret ini untuk selanjutnya kita sebut sebagai alat peraga.
Sasaran alat peraga adalah bagaimana agar siswa mengerti dan memahami proses,
bukan hasil akhir. Karena bahwasanya di dalam proses kegiatan belajar mengajar
matematika tidak selamanya berjalan dengan lancar, ada kalanya guru mendapatkan
kesulitan dalam menjelaskan kepada para siswanya mengenai materi matematika
yang disampaikan. Hal itu disebabkan karena tidak semua materi matematika mudah
dipahami oleh para siswa.
Keberadaan
alat peraga matematika bagi siswa mempunyai peranan yang sangat penting dalam memahami
konsep matematika. Alat peraga matematika diperlukan seorang pengajar dalam
menyampaikan pelajaran matematika. Dengan demikian alat peraga merupakan media
transfer pengetahuan dari pendidik kepada anak didik. Disamping itu alat peraga
dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam mempelajari matematika.
Dengan adanya sikap siswa yang melihat dan mengalami secara langsung maka
pembelajaran akan lebih membekas pada diri siswa, sehingga hasil belajar yang
diharapkan dapat tercapai.
A. Peranan Alat Peraga Dalam Matematika
Dalam
kegiatan belajar mengajar, guru harus mampu menjelaskan konsep kepada siswanya.
Usaha ini dapat di bantu dengan alat peraga matematika, karena dengan bantuan
alat-alat tersebut, yang sesuai dengan topik yang di ajarkan, konsep akan dapat
lebih mudah di pahami dengan jelas. Salah satu peranan alat peraga dalam
matematika adalah meletakkan ide-ide dasar konsep. Dengan bantuan alat peraga
yang sesuai, siswa dapat memahami ide-ide dasar yang melandasi sebuah konsep,
mengetahui cara membuktikan suatu rumus atau teorema, dan dapat menarik suatu
kesimpulan dari hasil pengamatannya.
Dengan
bantuan alat peraga matematika, siswa akan semakin mudah memahami hubungan
antara matematika dan lingkungan alam sekitar. Siswa akan semakin mudah
memahami kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, dengan
adanya kesadaran seperti ini, mereka terdorong untuk mempelajari matematika
lebih lanjut. Misalnya dengan penggunaan alat peraga dalam penjelasan konsep
ruang berdimensi tiga, siswa akan semakin terlatih daya tilik ruangnya,
sehingga pada akhirnya mampu menemukan atau menyadari hubungan antara
matematika dengan lingkungan sekitar.
B. Manfaat
alat peraga dalam pengajaran matematika
Beberapa manfaat
penggunaan alat peraga diantaranya adalah membantu guru dalam :
1. Memberikan
penjelasan konsep
2. Merumuskan
atau membentuk konsep
3. Melatih
siswa dalam keterampilan
4. Memberi
penguatan konsep pada siswa (reinforcement)
5. Melatih
siswa dalam pemecahan masalah
6. Mendorong
siswa untuk berpikir kritis dan analitik
7. Mendorong
siswa untuk melakukan pengamatan terhadap suatu objek secara sendiri
8. Melatih
siswa untuk belajar menemukan suatu ide-ide baru dan relasinya dengan
konsep-konsep yang telah diketahuinya.
9. Melatih
siswa dalam melakukan pengukuran
SUMBER:
MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI
02.44 |
Matematika
dalam kehidupan sehari-hari baik diterapkan dalam bidang ilmu lainnya maupun
dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Ada pepatah mengatakan “Siapa yang
menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika
sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan
mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide
dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Jelas sekali bahwa Matematika
sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari
Matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada
pelajaran Matematika di dalamnya karena mau tidak mau matematika digunakan
dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya penerapan Aljabar dalam kehidupan
sehari-hari.
Tentu
saja, manfaat Aljabar bagi para pelajar adalah agar nilai ulangan Matematika
tidak jatuh saat diberi soal Aljabar. Dan sebagai tambahan nilai untuk nilai
kelulusan. Selain itu, manfaat Aljabar yang sering diterapkan siswa adalah
untuk memanajemen uang saku yang diberikan orang tua tiap minggu. Contoh
penerapan aljabar dalam hal ini sebagai berikut:
Rp
70.000 = (uang saku 1 minggu)
Rp
25.000 = (uang tabungan selama 1 minggu)
70.000
– 25.000 = (3 X 10.000) + 1(6x -3x)
Rp
45.000 = Rp 30.000 + 1(3x)
Rp
45.000 = Rp 30.000 + 3x
Rp
45.000 – Rp 30.000 = 3x
Rp
15.000 = 3x
x
= Rp 15.000/3
x
= Rp 5.000
Penerapan
Aljabar bagi siswa
Misalnya,
uang saku kita sebesar Rp 70.000,00 setiap minggu. Karena setiap hari Selasa
dan Rabu ada pelajaran tambahan, serta hari Jumat ada kegiatan ekstra kurikuler
pada pukul 14.20 WIB sedangkan setelah pulang sekolah kita tidak pulang dahulu
(langsung lanjut belajar tambahan) maka dibutuhkan uang makan + uang jajan sebesar
Rp 10.000,00. Nah, kita kebingungan menentukan uang saku setiap hari selain
Selasa, Rabu, dan Jum’at selama satu minggu jika dalam satu minggu itu kita
ingin menabung uang sebesar Rp 25.000,00. Dengan bantuan aljabar kita dapat
menentukan uang saku kita per hari.
Cara
mengerjakan menggunakan Aljabar:
Kita
anggap uang saku kita per hari (selain Selasa, Rabu, dan Jumat karena sudah ada
jatahnya, yaitu Rp 10.000,00) dengan x. Maka,
Jadi uang sku per hari yang
sudah digunakan selain selasa, rabu dan jumat (sekali lagi karena telah di
jatah sebesar Rp 5000, 00. Tidak boleh lebih tetapi boleh kurang. Boleh lebih
tetapi harus konsekuen, yaitu mengurangu jatah uang saku di hari berikutnya.
Stategi Belajar Mengajar Matematika
00.09 |
A. Strategi Belajar Mengajar Matematika
Stategi Belajar Mengajar adalah kegiatan guru dalam pembelajaran yag dapat memberi kemudahan atau fasilitas kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang telah disampaikan. Dalam menjalankan tugasnya, setiap guru yang akan melaksanakan pembelajaran dikelas akan memilih strategi tertentu agar melaksanakan pembelajaran dikelas agar berjalan lancer dan hasilnya optimal. Setiap guru akan mempersiapkan strategi pembelajaran yang tepat.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yag terjadi antara guru dan siswa. Sedangkan secara umum, strategi belajar mengajar mempunyai suatu garis – garis besar tindakan dalam suatu usaha mencapai hasil yang telah ditentukan. Strategi mengajar adalah seperangkat kebijaksanaan yang terpilih yang telah dikaitkan dengan faktor yang menentukan strategi pembelajaran mengajar antara lain :
a. Pemilihan materi (guru dan murid)
b. Penyajian materi pembelajaran (perorangan atau belajar mandiri
c. Cara penyampaian materi (indktif atau deduktif, analitis atau sintetis, formal atau non formal
d. Sasaran penerima materi pembelajaran (kelompok, perorangan, heterogen atau homogen)
Tujuan pembelajaran antara lain :
a. Aspek Kognitif : Pengenalan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
b. Afektif : penerimaan akan sikap/interest, meresponsi, menilai sikap, mengatur sikap, menginternalisasi sikap
c. Psikomotor : persepsi atas rangsangan, kesiapan bertindak secara fisik, respon yang terarah, respon yang
mekanis, respon yang disadari
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengertian strategi dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah strategi atau cara yang direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar bisa tercapai dengan optimal. Strategi belajar mengajar terdiri dari metode dan teknik yang akan menjamin siswa mencapai tujuan.
B. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM)
Untuk memperoleh hasil belajar, salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan adalah
pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).
Dari segi guru :
A = Aktif, guru aktif :
ü Memantau kegiatan siswa
ü Memberikan umpan balik
ü Mengajukan pertanyaan yang menantang
ü Mempertanyakan gagasan siswa
I = Inovatif, guru :
ü Memberikan beberapa metode dalam kegiatan pembelajaran
ü Dapat menciptakan suasana yang tidak membosankan
K = Kreatif, guru :
ü Mengembangkan kegiatan yang beragam
ü Membuat alat bantu belajar
E = Efektif, guru :
ü Mencapai tujuan pembelajaran
M = Menyenangkan, guru :
ü Tidak membuat anak takut :
− Takut salah
− Takut ditertawakan
− Takut dianggap sepele
Dari segi siswa :
A = Aktif, siswa aktif :
ü Bertanya
ü Mengemukakan gagasan
ü Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya
I = Inovatif, siswa :
ü Berfikir logis dan mencari materi dari berbagai sumber
K = Kreatif, siswa :
ü Merancang atau membuat sesuatu
E = Efektif, siswa :
ü Menguasai keterampilan yang diperlukan
M = Menyenangkan, siswa :
ü Berani mencoba
ü Berani bertanya
ü Berani mengemukakan pendapat
ü Berani mempeetanyakan gagasan orang lain
MOTIVASI BELAJAR
16.26 |
Motivasi belajar merupakan faktor
yang paling penting untuk menentukan keberhasilan belajar seseorang. Faktor
lain yang menentukan hasil belajar seseorang diantaranya adalah : guru, sarana
dan prasarana, suasana belajar serta kondisi lingkungan disekitarnya. Sesuatu
yang cukup unik adalah motivasi belajar antara individu yang satu dengan yang
lainnya berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan tujuan dan cita – cita
mereka serta tingkat kesadaran mereka tentang pentingnya belajar. Agar lebih
jelas unutk memberikan penjelasan tentang perbedaan motivasi belajar seseorang
yaitu :
1.
Perbedaan Fisiologis.
2.
Perbedaan Rasa Aman.
3.
Perbedaan kasih sayang
atau perhatian yang diterimanya.
4.
Perbedaan harga diri
5.
Perbedaan akulturasi
diri
Berasal dari mana saja
dorongan belajar itu muncul. Perhatikan dibawah ini:
1.
Dari luar (eksternal)
Faktor eksternal biasanya berasal dari luar yang mampu
mempengaruhi kondisi psikologis seseorang sehingga termotivasi untuk belajar
lebih giat.
2.
Dari dalam (internal)
Faktor ini disebabkan oleh kesadaran diri akan pentingnya
belajar bagi kehidupan sesorang.
Dalam suatu pembelajaran matematika
pasti mengalami suatu kejenuhan yang melanda tiap individu. Salah satu tujuan
dari pembelajaran matematika adalah membekali peserta didik dengan kemampuan
berpikir logis, kritis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta
kemampuan bekerjasama. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut tidak mudah.
Berbagai persepsi awal yang dimiliki siswa terhadap pelajaran matematika, telah
membentuk sikap yang beragam. Ada yang memiliki minat yang tinggi terhadap
matematika, namun tidak sedikit yang bersikap phobia terhadap matematika. Hal
ini dikarenakan pengalaman belajar yang pernah mereka rasakan.
Sikap jenuh yang mereka rasakan
bisa disebabkan karena ketidakmampuan mereka mengerjakan setiap soal yang
diberikan, atau juga karena mereka sulit untuk memahami materi yang diajarkan.
Kejenuhan ini juga sering ditimbulkan oleh guru pengajarnya. Karena guru kurang
memiliki kemampuan menguasai metode, strategi dan pendekatan belajar yang dapat
membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan membangkitkan minat. Untuk
dapat menyiasati kondisi belajar itu agar dapat berpengaruh positif pada siswa
dan tidak menimbulkan kejenuhan, diantaranya melalui langkah –langkah berikut:
1.
Memberikan motivasi .
2.
Menciptakan suasana
belajar belajar yang menyenangkan .
3.
Membuat lingkungan
belajar yang menggairahkan .
4.
Mengadakan Refreshing
Sumber:
Kesulitan Belajar Matematika
20.50 |
Sebagai seorang guru yang sehari - harinya mengajar di
sekolah pastinya menemui beberapa masalah yang di hadapi anak - anak pada saat
proses belajar mengajar berlangsung. seorang guru harus mengetahui bagaimana
cara menghadapi anak - anak yang mengalami kesulitan belajar matematika.
Fenomena tersebut sering terjadi.
Faktor
Penyebab :
1.
fisiologis
2.
Kecerdasan
3.
Motivasi
4.
Minat
5.
Lingkungan Keluarga
6.
Lingjungan Masyarakat
7.
Guru
8.
Media Pembelajaran
Kesulitan
belajar tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi yang rendah, akan
tetapi juga disebabkan oleh faktor-faktor selain intelegensi. Hal tersebut
berarti bahwa IQ tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Sulit
belajar matematika tidak berarti anak tersebut tidak mampu belajar, tetapi
mengalami kesulitan tertentu yang menjadikannya tidak siap belajar.
Kesulitan belajar matematika pada umumnya berkaitan dengan ketidakmampuan anak
dalam membaca, imajinasi, mengintegrasikan pengetahuan dan
pengalaman, terutama dalam memahami soal-soal cerita. Anak-anak terkadang
sulit untuk mencerna sebuah fenomena yang masih abstrak, sehingga sesuatu
yang abstrak tersebut harus divisualisasikan atau dibuat konkret sehingga
bisa dipahami.
Langganan:
Postingan (Atom)






