Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

MACROMEDIA FLASH (LINGKARAN)

Tugas Akhir Media Pembelajaran Matematika klik di sini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

Masalah adalah sebuah kata yang sering terdengan oleh kita.Namun sesuatu menjadi masalah tergantung bagaimana seseorang mendapatkan masalah tersebut sesuai kemampuannya. Terkadang dalam pendidikan matematika SD ada masalah bagi kelas rendah namun bukan masalah bagi kelas tinggi.Masalah merupakan suatu konflik,hambatan bagi siswa dalam menyelesaikan tugas belajaraannya di kelas.Namun masalah harus diselesaikan agar proses berpikir siswa terus berkembang.Semakin banyak siswa dapat menyelesaikan setiap permasalahan matematika,maka siswa akan kaya akan variasi dalam menyelesaikan soal-soal matematika dalam bentuk apapun Bentuk soal matematika dalam SD berbentuk rutin atau pun tidak rutin.Contoh 3×3=9 merupakan soal rutin bagi siswa SD kelas 2 karena siswa tidak berpikir tinggi dalam menyelesaikan soal tersebut.Jika kelas 2 diberikan soal 33×33=….mungkin menjadi suatu masalah bagi siswa SD,inilah suatu bentuk soal yang tidak rutin.Sehingga kita bisa memberikan pemisahan bahwa soal yang tidak rutin merupakan masalah bagi siswa. Jenis masalah dalam pembelajaran SD ada 4 yaitu: 1) Masalah Translasi adalah masalah yang berhubungan aktivitas sehari-hari siswa.contoh: Ade membeli permen Sugus 12 buah.Bagaimana cara Ade membagikan kepada 24 orang temannya agar semua kebagian dengan adil? 2) Masalah Aplikasi adalah masalah yang menerapkan suatu konsep,rumus matematika dalam sebuah soal-soal matematika.Contoh suatu kolam berbentuk persegipanjang yang berukuran panjang 20 meter dan lebar 10 meter.Berapa luas kolam tersebut? 3) Masalah Proses/Pola adalah masalah yang memiliki pola, keteraturan dalam penyelesainnya.Contoh: 2 4 6 8 … Berapa angka berikutnya? 4)Masalah Teka-teki adalah masalah yang sifat menerka atau dapat berupa permainan namun tetap mengacu pada konsep dalam matematika.contoh:Aku adalah anggota bilangan Asli,aku adalah bilangan perkasa,jika kelipatannku dijumlahkan angka-angkanya hasilnya adalah aku,siapakah aku?
Pemecahan masalah memerlukan strategi dalam menyelesaikannya. Kebenaran,ketepatan,keuletan dan kecepatan adalah suatu hal yang diperlukan dalam penyelesaian masalah. Keterampilan siswa dalam menyusun suatu strategi adalah suatu kemampuan yang harus dilihat oleh guru.Jawaban benar bukan standar ukur mutlak,namun proses yang lebih penting darimana siswa dapat mendapatkan jawaban tersebut.Variasi strategi yang diharapkan muncul dalam pembelajaran siswa SD.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ALAT PERAGA MATEMATIKA


Pemahaman konsep dalam matematika sangat ditekankan. Pembelajaran matematika tidak hanya bertumpu pada model. Bantuan penyajian materi berupa benda konkret sangat diperlukan. Benda konkret ini untuk selanjutnya kita sebut sebagai alat peraga. Sasaran alat peraga adalah bagaimana agar siswa mengerti dan memahami proses, bukan hasil akhir. Karena bahwasanya di dalam proses kegiatan belajar mengajar matematika tidak selamanya berjalan dengan lancar, ada kalanya guru mendapatkan kesulitan dalam menjelaskan kepada para siswanya mengenai materi matematika yang disampaikan. Hal itu disebabkan karena tidak semua materi matematika mudah dipahami oleh para siswa. 

Keberadaan alat peraga matematika bagi siswa mempunyai peranan yang sangat penting dalam memahami konsep matematika. Alat peraga matematika diperlukan seorang pengajar dalam menyampaikan pelajaran matematika. Dengan demikian alat peraga merupakan media transfer pengetahuan dari pendidik kepada anak didik. Disamping itu alat peraga dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam mempelajari matematika. Dengan adanya sikap siswa yang melihat dan mengalami secara langsung maka pembelajaran akan lebih membekas pada diri siswa, sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai. 
 A. Peranan Alat Peraga Dalam Matematika
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru harus mampu menjelaskan konsep kepada siswanya. Usaha ini dapat di bantu dengan alat peraga matematika, karena dengan bantuan alat-alat tersebut, yang sesuai dengan topik yang di ajarkan, konsep akan dapat lebih mudah di pahami dengan jelas. Salah satu peranan alat peraga dalam matematika adalah meletakkan ide-ide dasar konsep. Dengan bantuan alat peraga yang sesuai, siswa dapat memahami ide-ide dasar yang melandasi sebuah konsep, mengetahui cara membuktikan suatu rumus atau teorema, dan dapat menarik suatu kesimpulan dari hasil pengamatannya.
Dengan bantuan alat peraga matematika, siswa akan semakin mudah memahami hubungan antara matematika dan lingkungan alam sekitar. Siswa akan semakin mudah memahami kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, dengan adanya kesadaran seperti ini, mereka terdorong untuk mempelajari matematika lebih lanjut. Misalnya dengan penggunaan alat peraga dalam penjelasan konsep ruang berdimensi tiga, siswa akan semakin terlatih daya tilik ruangnya, sehingga pada akhirnya mampu menemukan atau menyadari hubungan antara matematika dengan lingkungan sekitar.
B.  Manfaat alat peraga dalam pengajaran matematika
Beberapa manfaat penggunaan alat peraga diantaranya adalah membantu guru dalam :
1.      Memberikan penjelasan konsep
2.      Merumuskan atau membentuk konsep
3.      Melatih siswa dalam keterampilan
4.      Memberi penguatan konsep pada siswa (reinforcement)
5.      Melatih siswa dalam pemecahan masalah
6.      Mendorong siswa untuk berpikir kritis dan analitik
7.      Mendorong siswa untuk melakukan pengamatan terhadap suatu objek secara sendiri
8.      Melatih siswa untuk belajar menemukan suatu ide-ide baru dan relasinya dengan konsep-konsep yang telah diketahuinya.
9.      Melatih siswa dalam melakukan pengukuran
SUMBER:







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MATEMATIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI

Matematika dalam kehidupan sehari-hari baik diterapkan dalam bidang ilmu lainnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Ada pepatah mengatakan “Siapa yang menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Jelas sekali bahwa Matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari Matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada pelajaran Matematika di dalamnya karena mau tidak mau matematika digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya penerapan Aljabar dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan Aljabar bagi siswa

Tentu saja, manfaat Aljabar bagi para pelajar adalah agar nilai ulangan Matematika tidak jatuh saat diberi soal Aljabar. Dan sebagai tambahan nilai untuk nilai kelulusan. Selain itu, manfaat Aljabar yang sering diterapkan siswa adalah untuk memanajemen uang saku yang diberikan orang tua tiap minggu. Contoh penerapan aljabar dalam hal ini sebagai berikut:
Misalnya, uang saku kita sebesar Rp 70.000,00 setiap minggu. Karena setiap hari Selasa dan Rabu ada pelajaran tambahan, serta hari Jumat ada kegiatan ekstra kurikuler pada pukul 14.20 WIB sedangkan setelah pulang sekolah kita tidak pulang dahulu (langsung lanjut belajar tambahan) maka dibutuhkan uang makan + uang jajan sebesar Rp 10.000,00. Nah, kita kebingungan menentukan uang saku setiap hari selain Selasa, Rabu, dan Jum’at selama satu minggu jika dalam satu minggu itu kita ingin menabung uang sebesar Rp 25.000,00. Dengan bantuan aljabar kita dapat menentukan uang saku kita per hari.
Cara mengerjakan menggunakan Aljabar: 
Kita anggap uang saku kita per hari (selain Selasa, Rabu, dan Jumat karena sudah ada jatahnya, yaitu Rp 10.000,00) dengan x. Maka,

Rp 70.000 = (uang saku 1 minggu)

Rp 25.000 = (uang tabungan selama 1 minggu)

70.000 – 25.000 = (3 X 10.000) + 1(6x -3x)

Rp 45.000 = Rp 30.000 + 1(3x)

Rp 45.000 = Rp 30.000 + 3x

Rp 45.000 – Rp 30.000 = 3x

Rp 15.000 = 3x

x = Rp 15.000/3

x = Rp 5.000
Jadi uang sku per hari yang sudah digunakan selain selasa, rabu dan jumat (sekali lagi karena telah di jatah sebesar Rp 5000, 00. Tidak boleh lebih tetapi boleh kurang. Boleh lebih tetapi harus konsekuen, yaitu mengurangu jatah uang saku di hari berikutnya. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Stategi Belajar Mengajar Matematika


      A. Strategi Belajar Mengajar Matematika
                 Stategi Belajar Mengajar adalah kegiatan guru dalam pembelajaran yag dapat memberi kemudahan atau fasilitas kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pengajaran yang telah disampaikan. Dalam menjalankan tugasnya, setiap guru yang akan melaksanakan pembelajaran dikelas akan memilih strategi tertentu agar melaksanakan pembelajaran dikelas agar berjalan lancer dan hasilnya optimal. Setiap guru akan mempersiapkan strategi pembelajaran yang tepat.
Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yag terjadi antara guru dan siswa. Sedangkan secara umum, strategi belajar mengajar mempunyai suatu garis – garis besar tindakan dalam suatu usaha mencapai hasil yang telah ditentukan. Strategi mengajar adalah seperangkat kebijaksanaan yang terpilih yang telah dikaitkan dengan faktor  yang menentukan strategi pembelajaran mengajar antara lain :
a.    Pemilihan materi (guru dan murid)
b.   Penyajian materi pembelajaran (perorangan atau belajar mandiri
c.    Cara penyampaian materi (indktif atau deduktif, analitis atau sintetis, formal atau non formal
d.  Sasaran penerima materi pembelajaran (kelompok, perorangan, heterogen atau homogen)
Tujuan pembelajaran antara lain :
a.    Aspek Kognitif : Pengenalan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
b.  Afektif : penerimaan akan sikap/interest, meresponsi, menilai sikap, mengatur sikap, menginternalisasi           sikap
c.    Psikomotor : persepsi atas rangsangan, kesiapan bertindak secara fisik, respon yang terarah, respon yang  
mekanis, respon yang disadari
          Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengertian strategi dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah strategi atau cara yang direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar bisa tercapai dengan optimal. Strategi belajar mengajar terdiri dari metode dan teknik yang akan menjamin siswa mencapai tujuan.

       B. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM)
              Untuk memperoleh hasil belajar, salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan adalah  
          pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). 
          Dari segi guru :
          A = Aktif, guru aktif :
ü  Memantau kegiatan siswa
ü  Memberikan umpan balik
ü  Mengajukan pertanyaan yang menantang
ü  Mempertanyakan gagasan siswa
          I = Inovatif, guru :
ü  Memberikan beberapa metode dalam kegiatan pembelajaran
ü  Dapat menciptakan suasana yang tidak membosankan
K = Kreatif, guru :
          ü  Mengembangkan kegiatan yang beragam
          ü  Membuat alat bantu belajar
E = Efektif, guru :
   ü  Mencapai tujuan pembelajaran
M = Menyenangkan, guru :
ü  Tidak membuat anak takut :
        Takut salah
        Takut ditertawakan
        Takut dianggap sepele

          Dari segi siswa :
A = Aktif, siswa aktif :
ü  Bertanya
ü  Mengemukakan gagasan
ü  Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya
I = Inovatif,  siswa :
ü  Berfikir logis dan mencari materi dari berbagai sumber
K = Kreatif, siswa :
ü  Merancang atau membuat sesuatu
E = Efektif, siswa :
ü  Menguasai keterampilan yang diperlukan
M = Menyenangkan, siswa :
ü  Berani mencoba
ü  Berani bertanya
ü  Berani mengemukakan pendapat
ü  Berani mempeetanyakan gagasan orang lain

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS