Matematika
dalam kehidupan sehari-hari baik diterapkan dalam bidang ilmu lainnya maupun
dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan Ada pepatah mengatakan “Siapa yang
menguasai matematika dan bahasa maka ia akan menguasai dunia”. Matematika
sebagai media melatih untuk berpikir kritis, inovatif, kreatif, mandiri dan
mampu menyelesaikan masalah sedangkan bahasa sebagai media menyampaikan ide-ide
dan gagasan serta yang ada dalam pikiran manusia. Jelas sekali bahwa Matematika
sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat menghindar dari
Matematika sekalipun kita mengambil jurusan ilmu sosial tetap saja ada
pelajaran Matematika di dalamnya karena mau tidak mau matematika digunakan
dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya penerapan Aljabar dalam kehidupan
sehari-hari.
Tentu
saja, manfaat Aljabar bagi para pelajar adalah agar nilai ulangan Matematika
tidak jatuh saat diberi soal Aljabar. Dan sebagai tambahan nilai untuk nilai
kelulusan. Selain itu, manfaat Aljabar yang sering diterapkan siswa adalah
untuk memanajemen uang saku yang diberikan orang tua tiap minggu. Contoh
penerapan aljabar dalam hal ini sebagai berikut:
Rp
70.000 = (uang saku 1 minggu)
Rp
25.000 = (uang tabungan selama 1 minggu)
70.000
– 25.000 = (3 X 10.000) + 1(6x -3x)
Rp
45.000 = Rp 30.000 + 1(3x)
Rp
45.000 = Rp 30.000 + 3x
Rp
45.000 – Rp 30.000 = 3x
Rp
15.000 = 3x
x
= Rp 15.000/3
x
= Rp 5.000
Penerapan
Aljabar bagi siswa
Misalnya,
uang saku kita sebesar Rp 70.000,00 setiap minggu. Karena setiap hari Selasa
dan Rabu ada pelajaran tambahan, serta hari Jumat ada kegiatan ekstra kurikuler
pada pukul 14.20 WIB sedangkan setelah pulang sekolah kita tidak pulang dahulu
(langsung lanjut belajar tambahan) maka dibutuhkan uang makan + uang jajan sebesar
Rp 10.000,00. Nah, kita kebingungan menentukan uang saku setiap hari selain
Selasa, Rabu, dan Jum’at selama satu minggu jika dalam satu minggu itu kita
ingin menabung uang sebesar Rp 25.000,00. Dengan bantuan aljabar kita dapat
menentukan uang saku kita per hari.
Cara
mengerjakan menggunakan Aljabar:
Kita
anggap uang saku kita per hari (selain Selasa, Rabu, dan Jumat karena sudah ada
jatahnya, yaitu Rp 10.000,00) dengan x. Maka,
Jadi uang sku per hari yang
sudah digunakan selain selasa, rabu dan jumat (sekali lagi karena telah di
jatah sebesar Rp 5000, 00. Tidak boleh lebih tetapi boleh kurang. Boleh lebih
tetapi harus konsekuen, yaitu mengurangu jatah uang saku di hari berikutnya.







0 komentar:
Posting Komentar